Wisata Jawa Tengah

  • Home
  • About
  • Theme
  • Design
  • Tutorial
  • Freebies
  • Photography
  • Download Theme
Showing posts with label Wisata Budaya. Show all posts
Showing posts with label Wisata Budaya. Show all posts

15 Festival Wisata Budaya Nusa Tenggara Barat 2016 


15 Festival Wisata Budaya Nusa Tenggara Barat 2016

AdeevaTravel - Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah sebuah Provinsi di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang sangat mempesona. Provinsi yang memiliki dua pulau besar yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini sudah siap menyambut Anda untuk datang berlibur. Dengan keindahan alamnya yang sangat menakjubkan serta berbagai macam Festival Budaya, NTB menargetkan 3 juta wisatawan di tahun 2016 ini.  



Berikut 15 Festival Budaya Nusa Tenggara Barat 2016 yang diterbitkan dalam "Calender Event Nusa Tenggara Barat 2016" oleh Pemerintah NTB dan Kementerian Pariwisata yang kami lansir dari Geographic Indonesia.


1. Pesta Rakyat Bau Nyale


Pesta Rakyat Bau Nyale

Pesta Rakyat Bau Nyale adalah sebuah perayaan suka cita atas legenda Putri Mandalika yang rela menceburkan diri ke laut daripada dipersunting oleh para Putra Mahkota Kerajaan Lombok. Pesta ini akan di gelar di Pantai Kute, Seger, A'an, Lombok Tengah. Jadi pastikan jadwal liburan Anda untuk datang menyaksikan Pesta Rakyat Bau Nyale ini pada bulan Februari 2016.

2. Gelar Seni Pelajar NTB


Gelar Seni Pelajar NTB

Gelar Seni Pelajar NTB adalah ajang kesenian yang melibatkan pelajar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.  Taman Budaya akan menjadi ruang bagi para pelajar dan penggiat seni terdahulu untuk menghasilkan inovasi. Pastikan Anda untuk menyaksikan Gelar Seni Pelajar Nusa Tenggara Barat pada 19-20 Februari 2016.

3. Apresiasi Film Nasional NTB


Apresiasi Film Nasional NTB

Apresiasi Film Nasional NTB dengan diselenggarakannya Bioskop Keliling akan menjadi fasilitas hiburan segar oleh seluruh masyarakat NTB. Berbagai macam ragam Film Nasional akan di putar untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari  beberapa Program Televisi yang kurang mendidik. Bioskop Keliling ini akan dapat Anda saksikan bersama-sama dengan masyarakat NTB satu kali setiap bulannya di tahun 2016.

4. Pagelaran Wayang Kulit Sasak



Pagelaran Wayang Kulit Sasak

Pagelaran Wayang Kulit Sasak adalah kaloborasi antara wayang dengan teater, sendra tari dan kesenian lainnya. Pada Festival ini diharapkan mampu menyulut rasa cinta generasi muda terhadap salah satu kebudayaan asli Indonesia. Jadi jangan lupa untuk menyaksikan Festival Wayang Kulit Sasak pada 19 Maret 2016 ini.

5. Tambora Menyapa Dunia


Tambora Menyapa Dunia

Festival Tambora Menyapa Dunia diselenggarakan untuk memperingati 200 tahun letusan Gunung Tambora yang terjadi pada tahun 1815 silam. Festival yang akan diselenggarakan pada bulan 10 April 2016 ini kembali diselenggarakan sebagai Event Pariwisata NTB. Selain itu di tempat ini Anda juga dapat menyaksikan Festival Mbojo atau Pacuan Kuda yang dilakukan oleh anak-anak kecil yang akan digelar pada 3-10 April 2016 untuk memperingati 201 tahun Letusan Tambora.

6. Festival Nasional Musisi Tradisi


Festival Nasional Musisi Tradisi

Pada bulan Mei 2016, Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat giliran sebagai tuan rumah Pagelaran Musik Daerah Nasional. Acara ini diselenggarakan oleh Taman Budaya NTB bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Festival Musik Tradisional ini diselenggarakan sebagai salah satu usaha untuk melestarikan dan meningkatkan prestasi seni di Indonesia. Bagi Anda penggemar musik tradisional, tidak ada salahnya untuk datang ke Nusa Tenggara Barat untuk menyaksikan Festival Nasional Musik Tradisi sekaligus menjelajahi Pariwisata di Pulau Sumbawa atau Pulau Lombok. 

7. Lombok Sumbawa Pearl Festival


Lombok Sumbawa Pearl Festival

Untuk ke-6 kalinya Lombok Sumbawa Pearl Festival diselenggarakan di Pantai Senggigi, Lombok. Acara ini digelar dengan tujuan memperkenalkan Lombok sebagai penghasil mutiara bertaraf internasional. Untuk itu Anda penikmat mutiara dapat menyaksikan Lombok Sumbawa Pearl Festival pada bulan Juli 2006. 

8. Musikalisasi Puisi dan Olah Seni



Musikalisasi Puisi dan Olah Seni

Pada bulan Juli 2016, Akan menjadi bulan seni bagi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbagai macam acara seni akan di selenggarakan di sini seperti tari, musik, sastra, teater dan seni rupa. Musikalisasi Puisi dan Seni ini diselenggarakan untuk melahirkan generasi muda yang berbakat dalam bidang seni. Perhelatan ini juga dijadikan sebagai wadah bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat dan juga buat Anda pencinta seni untuk mengapresiasi hasil karya seni generasi muda NTB.

9. Festival Mentaram



Festival Mentaram

Kota Mataram akan menjadi salah satu primadona di kalender wisata 2016. Seluruh budaya yang ada di kota ini dihadirkan, di antaranya Suku Sasak, Sumbawa, Mbojo, Bali, dan masih banyak lagi. Selain itu Bulan Budaya Lombok Sumbawa turut menjadi rangkaian dari festival ini. Selama satu bulan (Agustus-September) tahun 2016, Anda akan diajak untuk menikmati pagelaran budaya, pameran, serta sarasehan yang dibawakan oleh para seniman dan budayawan NTB.

10. Festival Senggigi


Festival Senggigi

Selama sepekan Lombok Barat akan dimeriahkan oleh berbagai atraksi, pameran, dan pesta rakyat. Festival Senggigi dalam rangka mempromosikan pariwisata kabupaten Lombok Barat. Acara yang akan diselenggarakan pada 16-19 September 2016 ini akan di isi dengan  berbagai macam atraksi adat dan budaya, pagelaran seni daerah dan modern serta berbagai macam pameran akan ditampilkan untuk wisatawan selama sepekan penuh di wilayah Pantai Senggigi.

11. Festival Gili Indah



Festival Gili Indah

Jika Lombok Barat mempunyai Senggigi, Lombok Utara memiliki Gili Indah yang siap dimeriahkan oleh lomba perahu layar, volly pantai, pesta kuliner, dan banyak acara lainnya.

12. Festival Moyo


Festival Moyo

Parade budaya akan digelar di Sumbawa pada 23 September hingga 30 Oktober mendatang. Acara tahunan bertajuk Festival Moyo ini kembali menyajikan atraksi Temung Nguri yang mengisahkan tentang kejayaan Kesultanan Samawa dan tarian Getap Junjung Pasaji yang terdiri dari 24 peserta Parade Budaya dari  24 kecamatan turut memeriahkan rangkaian acara ini.

13. Festival Muaharam


Festival Muaharam

Usai terpilih sebagai World’s Best Halal Destination, Lombok memperkuat diri dengan paket wisata Islami. Festival menyambut tahun baru hijiriah ini akan diselenggarakan di Lombok Timur.

14. Festival Lakey


Festival Lakey

Ajang lomba surfing terbesar akan diadakan di Hu’u Lakey, Kabupaten Dompu pada bulan Oktober 2016. Para peselancar domestik dan mancanegara akan ditantang untuk menaklukkan salah satu ombak terbaik di dunia dalam Festival Lakey.

15. Festival Taliwang


Festival Taliwang

Festival Taliwang adalah kegiatan yang melibatkan Balapan Kebo, Karnaval Kebo Hias, Pesta Kesenian Lawas hingga Paralayang. Festival ini akan diselenggarakan pada bulan November 2016. 

Selain itu di Nusa Tenggara Barat juga akan digelar seminar tentan Wisata Rinjani menuju Geopark Dunia dan juga menyelenggarakan Seminar tentang Wisata Halal, Menyusul kemenagan Pulau Lombok sebagai Destinasi Wisata Halal terbaik di Dunia. 

Rangkaian festival-festival ini diadakan sepanjang tahun 2016 di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Nah itulah beberapa Festival Wisata dan Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai referensi tujuan wisata Anda di tahun 2016 ini.





15 Festival Wisata Budaya Nusa Tenggara Barat 2016  A deevaTravel - Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah sebuah Provinsi di Indonesia yang m...

March 25, 2016

15 FESTIVAL WISATA BUDAYA NUSA TENGGARA BARAT 2016
0

Mengenal 10 Desa Adat Di Indonesia  


AdeevaTravel -Mengenal Desa Adat menjadi tempat yang tepat untuk mengenal lebih dalam budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Dengan rumah-rumah yang masih berstruktur tradisional serta pakaian sampai barang-barang yang dipergunakan di kehidupan sehari-hari. 

Buat Anda yang ingin Mengenal Desa Adat Di Indonesia, Berinteraksilah secara langsung dengan masyarakat Desa Adat ini untuk mengetahui secara langsung kehidupan mereka seperti di Desa Adat Kampung Naga, Tasikmalaya, Kampung Tarung di Sumba Barat atau Desa Terunyan di Propinsi Bali.

Berikut Desa Adat Di Indonesia yang perlu Anda sambangi untuk lebih mengenal kehidupan mereka dari dekat.

1. Desa Adat Kampung Naga, Tasikmalaya.



Desa Adat Kampung Naga, Tasikmalaya.

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.

Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak memiliki titik terang. Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor". Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. Jika diterjemahkan secara singkat yaitu, Matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kampung naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal usul kampungnya. Masyarakat kampung naga menceritakan bahwa hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/ sejarah mereka pada saat pembakaran kampung naga oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo. Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat Organisasi tersebut. Oleh karena itu, DI/TII yang tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga membumihanguskan perkampungan tersebut pada tahun 1956.

2. Desa Adat Kampung Tarung, Sumba Barat



Desa Adat Kampung Tarung, Sumba Barat

Desa adat tempat tinggal suku Loli ini terletak diatas bukit dikelilingi batu-batu besar tak jauh dari pusat ekonomi Waikabubak. Bagi suku Loli desa Tarung tidak hanya merupakan tempat tinggal, tetapi juga berfungsi sebagai institusi sosial dan keagamaan.
Tata letak desa ini terdiri dari rumah-rumah (uma) yang memanjang dibagian tengah perumahan terdapat kuburan megalitik atau makam dari batu yang disebut Waruga. Tat letak tersebut menjadi symbol kosmologi lokal. 


Arsitektur vernakular yang menjadi pencakar langit di Desa Tarung adalah Uma atau rumah adat Sumba dengan struktur segi empat, di atas panggung yang ditopang tonggak-tonggak kayu. Umumnya rumah adat dibangun dengan kerangka utama tiang turus (kambaniru ludungu) sebanyak 4 batang, dan 36 batang tiang (kambaniru) berupa struktur portal dengan sambungan pen umunya memakai kayu mosa, kayu delomera, dan kayu masela. Sedang sambungan atap memakai ikatan baik dengan usuk maupun penutup atap dari ilalang (Imperata cylindrica). 

Sistem struktur yang sederhana ini berkaitan dengan tidak dikenalnya alat pertukangan selain parang dan kampak karena orang Sumba baru mengenal logam ketika Portugis mampir kesana.

3. Desa Adat Terunyan, Bali 



Desa Adat Terunyan, Bali

Terunyan adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Masyarakat di desa ini mempunyai tradisi pemakaman dimana jenazah yang di makamkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. 

Adat Desa Terunyan mengatur tata cara menguburkan mayat bagi warganya. Di desa ini ada tiga kuburan (sema) yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Apabila salah seorang warga Terunyan meninggal secara wajar, mayatnya ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. Namun, apabila penyebab kematiannya tidak wajar, seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, mayatnya akan diletakan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Sedangkan untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah, akan diletakan di Sema Muda (Rumah Miarta Yasa).

Penjelasan mengapa mayat yang diletakan dengan rapi di sema itu tidak menimbulkan bau padahal secara alamiah, tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut ini disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

4. Desa Adat Blahkiuh, Bali



 Desa Adat Blahkiuh, Bali

Desa Adat Blahkiuh merupakan ibu kota dari Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali yang memiliki aset kesenian yang tersohor di Bali seperti Tari Kecak, Parwa, Arja Basur, Joged Bumbung, dan seni ukiran.

Tempat suci umum yang terdapat di Desa Adat Blahkiuh antara lain Pura Desa, Pura Dalem, Pura Puseh, Pura Dalem Suargan, Pura Dalem Pancer, Pura Dalem Majapahit, Pura Luhur Giri Kusuma

5. Desa Adat Compang Ruteng, Flores



Desa Adat Compang Ruteng, Flores

Desa Compang Ruteng terletak di Desa Pu'u Ruteng, Kecamatan Golo Dukal, Manggarai, Flores, Nus Tenggara Timur. Desa ini dinamai Compang Ruteng karena adanya batu compang itu dan sebuah pohon beringin besar dan tumbuh di tengah-tengah batu compang tersebut, meskipun saat ini pohon beringin tersebut sudah tidak ada lagi dan digantikan dengan pohon dadap.

Desa Compang Ruteng ini masih mempertahankan tradisinya yang eksotis. Salah satu ciri khas di Desa Compang Ruteng ini adalah masih terdapat batu compang, sebutan untuk altar batu yang seringkali ditemukan di halaman rumah adat tradisional masyarakat Manggarai. Salah satu fungsi batu compang ini adalah sebagai tempat untuk menyembelih hewan kurban semisal sapi atau kerbau.

Sebagai desa tradisional, Anda yang datang bisa menikmati eksotisme salah satu kekayaan budaya Indonesia, dengan langsung berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Pengunjung atau wisatawan juga bisa memasuki rumah tradisional yang disebut dengan Rumah Gendang dan mengamati secara detail struktur, karakteristik, atau ciri khas rumah adat masyarakat Manggarai. Pengunjung akan disambut dengan upacara tadisional penyambutan tamu, dan pengunjung harus mematuhi dan mengikuti serangkaian proses ritual masyarakat Manggarai.

6. Desa Adat Pariangan, Tanah Datar



Desa Adat Pariangan, Tanah Datar

Pariangan merupakan nagari di kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Nagari ini terletak di lereng Gunung Marapi pada ketinggian 500-700 meter di atas permukaan laut. Menurut Tambo Minangkabau Pariangan merupakan nagari tertua di ranah Minang.

Di nagari ini termasuk yang terbaik dalam menjaga rumah adat tradisional yang disebut rumah gadang (Bahasa Minang, rumah besar), sehingga sampai sekarang masih dijumpai banyak yang terawat dengan baik. Pada nagari ini juga masih dijumpai surau, yang masih menjadi tempat tinggal komunal untuk pria yang belum menikah.

Dan pada bagian tengah dari nagari ini masih berdiri sebuah masjid tradisional yang cukup besar yang diperkirakan sudah ada di awal abad kesembilan belas, di mana pada masjid tersebut terdapat tempat mandi umum berair panas yang masih digunakan sampai sekarang. Di Nagari ini juga terdapat situs cagar budaya baru Tungku Tigo Sajarangan.

Pada Mei 2012, Nagari (desa) Pariangan terpilih sebagai salah satu dari lima desa terindah di dunia versi Budget Travel, sebuah majalah pariwisata internasional.

7. Desa Adat Sade, Lombok Tengah



Desa Adat Sade, Lombok Tengah

Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.

Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Bisa dibilang, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Yah, walaupun listrik dan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari pemerintah sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok.

Hal itu bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.

Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. Sekarang sebagian dari kami sudah bikin plester semen dulu, baru kemudian kami olesi kotoran kerbau.

Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk. Bayangkan saja, kotoran itu tidak dicampur apa pun kecuali sedikit air.

8. Desa Adat Simarasa, Sukabumi



Desa Adat Simarasa, Sukabumi

Sirnarasa adalah desa di kecamatan Cikakak, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Berjarak kurang lebih 30 km dari Kota Palabuhanratu, 

Sirnarasa merupakan salah satu desa tradisional Sunda yang masih memegang adat dengan kuat. Secara budaya, Sirnarasa termasuk ke dalam wilayah Kasepuhan Ciptagelar, wilayah adat Banten Kidul. Di wilayah adat Kasepuhan ini, banyak kegiatan-kegiatan pertanian –terutama yang terkait dengan budidaya padi– yang harus mengikuti ketentuan-ketentuan adat. Salah satu upacara besar yang menarik perhatian publik, bahkan sering dianggap sebagai atraksi wisata kultural yang langka, adalah kegiatan Seren Taun sebagai perwujudan rasa terima kasih petani atas karunia Tuhan berupa keberhasilan panen. Seren Taun biasanya diselenggarakan di sekitar bulan Juli-Agustus. 

9. Desa Adat Toraja Sillanan


Desa Adat Toraja Sillanan

Sillanan adalah nama sebuah perkampungan tradisional masyarakat Toraja. Di tempat ini terdapat bangunan-bangunan megalit berupa menhir maupun kubur batuyang berkaitan dengan tradisi dan upacara-upacara adat masyarakat Toraja yang hingga kini masih diselenggarakan. Dari upacara-upacara adat itu, wisatawan akan mendapatkan gambaran mengenai fungsi dan peranan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut terhadap kehidupan masyarakat setempat. Beberapa rumah tongkonan dan lumbung padi yang berusia sangat tua pun masih bisa ditemukan di sini, sementara beberapa diantaranya sudah direnovasi akibat termakan usia.

10. Desa Adat Wai Rebo, NTT


Desa Adat Wai Rebo, NTT

Wae Rebo adalah sebuah desa adat terpencil dan misterius di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang. Menurut legenda masyarakatnya, nenek moyang mereka berasal dari Minangkabau, Sumatera.

Banyak wisatawan maupun peneliti yang berlama-lama di Wae Rebo untuk mencari tahu asal-muasal dan keunikan dari arsitektur yang ada di sana. Daya tarik lain tentu saja, masyakarat yang sangat terbuka namun kental adat, juga panorama yang tak pernah habis pesona.

Bagi para penggemar wisata alam ataupun wisata budaya, Mengenal 10 Desa Adat diatas  bisa dijadikan sebagai alternatif destinasi wisata terbaik di Indonesia dan tentunya masih banyak lagi desa-desa adat terbaik lainnya yang ada di Indonesia yang belum kami sajikan buat Anda..

 

Mengenal 10 Desa Adat Di Indonesia   A deevaTravel - Mengenal Desa Adat menjadi tempat yang tepat untuk mengenal lebih dalam budaya dan keh...

February 16, 2016

MENGENAL 10 DESA ADAT DI INDONESIA
0

Menelusuri Museum Angkut Batu Malang  


Museum Angkut Batu Malang

AdeevaTravel - Jumlah kunjungan wisatawan ke kota Batu Malang merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Objek wisata di kota ini sangat beragam. Dari mulai Wisata Sejarah, Wisata Alam, Wisata Pendidikan, Wisata Kuliner hingga Wisata Budaya. Salah satunya adalah Museum Angkut.

Museum Angkut merupakan sebuah tempat wisata yang memiliki konsep unik dan menarik. Museum yang dibuka pada tanggal 9 Maret 2014 ini terletak di Jalan Terusan Sultan Agung Atas Nomor 2, Batu Malang, Jawa Timur.

Dengan luas lahan sekitar 3,7 hektar, Museum Angkut menjadi tempat wisata pertama di Asia Tenggara yang mengusung tema transportasi. Museum ini dibangun sebagai tanda apresiasi untuk perkembangan dunia transportasi Indonesia dan mancanegara.

Di museum ini Anda dapat menyaksikan berbagai macam model transportasi dari mulai menggunakan tenaga hewan hingga sampai menggunakan teknologi canggih.

Selain mendapatkan informasi tentang dunia transpormasi, Di Museum Angkut ini juga sering diadakan pameran , event komunitas, kompetisi modifikasi mobil hingga pengambilan foto prewedding dan pengambilan video klip.

Di museum angkut ini Anda dapat menelusuri zona-zona yang tersedia seperti :

Zona Hall Utama


Museum Angkut Batu Malang


Ruangan ini adalah ruangan pertama yang akan Anda kunjungi. Di ruangan ini banyak terdapat berbagai macam koleksi alat angkut dari berbagai negara dan masa yang didukung dengan hiasan lampu yang terkesan sangat elegant. 

Zona Edukasi 


Museum Angkut Batu Malang

Zona Edukasi seluas 900 meter persegi ini adalah sebuah zona yang menyediakan informasi mengenai sejarah perkembangan transportasi dari masa ke masa baik di Indonesia maupun dunia.

Zona Sunda Kelapa Dan Batavia


Museum Angkut Batu Malang

Berbagai jenis alat transpormasi masa lalu dapat Anda saksikan di zona ini. Selain itu di zona ini juga terdapat replika Pelabuhan Sunda Kelapa lengkap dengan kapal-kapalnya serta toko-toko dengan ejaan Belanda.

Zona Jepang


Museum Angkut Batu Malang

Di Zona ini Anda dapat menyaksikan semua alat transpormasi yang berasal dari negri Jepang seperti Honda, Suzuki, Yamaha, Kawasaki dan yang lainnya. 
Zona Uni Eropa

Museum Angkut Batu Malang

Di Zona Uni Eropa, Anda bisa menyaksikan alat-alat transpormasi buatan negara-negara Uni Eropa seperti dari Inggris, Jerman, Perancis atau Italia.

Di area Inggris, Anda dapat menyaksikan mobil-mobil buatan Inggris dan juga mobil kuno yang digunakan Ratu Elizabeth II. Selain itu Anda juga bisa membawa anak anak untuk bermain di taman bunga yang berada di depan replika Buckingham Palace.

Zona Hollywood


Museum Angkut Batu Malang

Zona Hollywood menjadi salah satu zona favorit di tempat wisata ini. Di sini, Anda bisa melihat berbagai transportasi yang ada di film-film Hollywood seperti Batmobile dan mobil Scooby Doo. Satu lagi yang menarik perhatian adalah patung Hulk. Raksasa berwarna hijau ini terbuat dari onderdil mobil dan motor bekas. Patung ini digambarkan sedang menginjak sebuah mobil sampai hancur dengan sebelah kakinya.

Satu lagi yang tak ketinggalan adalah bukit Hollywood yang tersohor itu.Di tempat ini Anda dapat mengambil gambar dengan background bukit Hollywood yang sangat menarik.

Zona Gangster Dan Broadway


Museum Angkut Batu Malang

Di Zona ini Anda akan diajak masuk ke dalam dunia gangster dan broadway yang hits di tahun 1970an. Suasana di Zona ini diatur sedemikian rupa sehingga Anda seperti berada di kota yang sama dengan Al Capone, seorang gangster ternama di zamannya.

Zona Afiliasi & Flight Simulator


Museum Angkut Batu Malang
 
Persembahan terbaru untuk membuat mimpi menjadi seorang pilot semakin nyata. Zona Afiliasi terdapat Aircraft dan Family Car dengan latar belakang Gunung Arjuna. Flight Simulator merupakan simulasi menerbangkan pesawat yang didesain langsung di dalam Pesawat Boeing 737 seri 200. Anda juga dapat berfoto bersama keluarga di dalam kabin pesawat.

Zona Bioskop Sejarah Alat Angkut & Alat Angkut Masa Depan, Zona Fascinating Stamp, Zona Worldwide Money

Museum Angkut Batu Malang

Wujud kepedulian Museum Angkut terhadap pendidikan di Indonesia dengan menampilkan pembelajaran tentang sejarah alat angkut & alat angkut masa depan dalam sebuah bioskop mini. Penyajian ragam perangko dan mata uang dunia yang maskulin melengkapi zona baru Museum Angkut.

Selain Museum Angkut, Di tempat ini juga terdapat Museum Topeng yang menyimpan sekitar 2.000 koleksi topeng dari seluruh nusantara. Selain topeng, Museum ini juga mengoleksi benda-benda antik yang terbuat dari keramik atau wayang serta Alqur'an kuno yang terbuat dari kulit hewan.

Museum Angkut Batu Malang

Setelah lelah menyaksikan aneka alat transportasi dan benda-benda antik yang ada di Museum Angkut, Kini saatnya Anda untuk menikmati keberadaan Pasar Apung yang ada di sekitar Museum Angkut.

Disebut Pasar Apung karena memang suasana di sini mirip dengan Pasar Apung yang ada di Kalimantan. Proses jual beli barang dilakukan diatas perahu yang mengapung. 

Berbagai souvenir dan merchandise Museum Angkut serta oleh- oleh khas Nusantara UKM Batu ada disini. Makanan khas tradisional turut meramaikan suasana pasar tempo dulu dan nuansa pasar apung. Berbagai kerajinan dan lukisan gaya seniman Kota Batu seperti seni batik, lukis, ukir, karikatur, dan lain-lain dapat dipelajari sekaligus berinteraksi langsung dengan para seniman dan membawa hasil karya seni anda pulang kerumah.

Untuk dapat masuk ke Museum Angkut, Anda diharuskan untuk membayar tiket sebesar Rp. 60.000,- pada hari biasa dan Rp. 80.000,- pada akhir pekan atau hari libur.

Selain membayar tiket untuk diri Anda sendiri, Di Museum Angkut juga berlaku Tiket Kamera. Dimana semua jenis kamera seperti, DSLR, Polaroid, Handycam atau Kamera Digital dikenakan biaya tiket sebesar Rp. 30.000,-/kamera.



Sumber:museumangkut.com

Menelusuri Museum Angkut Batu Malang   A deevaTravel - Jumlah kunjungan wisatawan ke kota Batu Malang merupakan salah satu yang terbesar d...

February 08, 2016

MENELUSURI MUSEUM ANGKUT BATU MALANG
0

10 Pesona Wisata Terindah Pulau Nias  


10 Pesona Wisata Terindah Pulau Nias

AdeevaTravel - Nias adalah sebuah pulau seluas 4.624 km persegi yang berada di sebelah barat Pulau Sumatera, Indonesia. Pulau yang dihuni oleh mayoritas Suku Nias (Ono Niha) masih memiliki Budaya Megalitik. Di pulau ini Anda dapat menikmati 10 Pesona Wisata Terindah terutama melakukan kegiatan berselancar yang merupakan salah satu dari 10 tempat surfing terbaik di dunia. 



Di Pulau Nias Anda dapat menyaksikan rumah adat peninggalan Megalitik di Desa Orahili, Menyaksikan Tradisi Lompat Batu serta Tari Perang yang hanya dapat Anda nikmati di Pulau Nias.

1. Pantai Sorake


Pantai Sorake

Sorake adalah sebuah pantai wisata terindah di Pulau Nias. Pantai yang terletak di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara ini terkenal dengan ombaknya yang besar yang sangat cocok untuk kegiatan berselancar (surfing). Banyak peselancar mancanegara datang ke pantai ini untuk mengikuti lomba selancar atau Nias Open setiap tahunnya. 

2. Pantai Lagundri


Pantai Lagundri

Sama halnya dengan Pantai Sorake, Pantai Lagundri selain memiliki pemandangan pantai yang sangat luar biasa dengan pasir putihnya yang sangat bersih serta pemandangan sunset yang sangat menakjubkan, Ombak dipantai ini juga lumayan besar karena berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik dan juga tempat bertemunya teluk sehingga ombak yang datang akan semakin besar.

Pantai yang juga masuk 10 Tempat Surfing Terbaik Di Dunia ini memiliki gelombang hingga 7 - 10 meter dengan lima tingkatan. Banyak Peselancar kelas dunia datang ke tempat ini untuk berselancar dan mengikuti kejuaraan selancar Nias Open setiap tahunnya.

Buat Anda yang ingin menikmati panorama indah sekaligus melakukan kegiatan berselancar sebaiknya datang sekitar bulan Juni atau Juli. Karena pada bulan ini cuaca dan ombak pantai sedang bagus-bagusnya.  

3. Pantai Laowomaru


Pantai Laowomaru

Meskipun Pantai Laowomaru berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, Namun pantai ini tidak memiliki ombak yang tinggi seperti halnya yang terdapat di Pantai Sorake dan Pantai Lagundri. Pantai Laowomaru memiliki ombak pantai yang tenang. Sehingga Anda dengan aman apat melakukan kegiatan pantai seperti surfing maupun berenang.

Tidak hanya itu, Keeksotisan Pantai Laowomaru masih sangat alami. Dengan dikelilingi pohon-pohon hijau yang rindang membuat sekitar pantai ini sejuk dan nyaman.

4. Pantai Gawu Soyo


Pantai Gawu Soyo

Pantai dengan warna pasir pink ini terletak di Desa Ombolata, Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara. Kepopuleran Pantai Merah Afulu ini tidak terletak pada ombaknya memiliki tinggi belasan meter seperti yang terdapat pada Pantai Sorake dan Pantai Lagundri di Nias Selatan, sebab di Pantai Merah Afulu ini sama sekali tidak terdapat ombak tinggi untuk melakukan kegiatan selancar. Namun, keberadaan spesies penyu yang merupakan penyu langka di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sana. Oleh sebab itu, banyak wisatawan yang berkunjung ke Pantai Merah Afulu ini tidak untuk melakukan kegiatan selancar, melainkan sekedar menikmati suasana pantai sembari berpetualang menyusuri kawasan pantai untuk melihat penyu langka yang kadang-kadang keluar dari habitatnya dan melintasi pantai.Bila berkunjung ke Pulau Nias, sungguh sayang bila tidak meluangkan waktu untuk berkunjung ke pantai berpasir merah darah ini.

Bahkan di Pantai Gawu Soyo ini Anda dapat menikmati perjalanan menarik yang ditawarkan untuk mengunjungi Objek-objek wisata terkenal di Pulau Nias ini. Anda dapat menikmati wisata budaya (rumah adat tradisional di Desa Tumori dan Bawomataluo, bahkan menginap semalam di rumah adat ini; atraksi lompat batu dan tarian tradisional Nias)

5. Pantai Foa


Pantai Foa

Pantai Foa merupakan salah satu pantai paling menakjubkan di Pulau Nias. Pantai dengan pasir putihnya yang sangat lembut serta panorama alamnya yang begitu indah dan sangat menawan untuk menyegarkan pikiran dan dan mata Anda sejenak. 

Berkunjung ke pantai ini Anda bisa mengajak keluarga karena pantai yang masih asri dan sangat menyejukkan ini, Anda dan keluarga akan merasa nyaman, tenang dan terasa bagai di surga dunia.   

6. Muara Indah


Muara Indah

Muara Indah adalah salah satu objek wisata yang berada di Pulau Nias. Letaknya yang berada di muara sungai menciptakan suasana ekostisme yang sangat menggoda. Tempat ini ramai dikunjungi wisatawan terutama pada malam hari. Di tempat ini Anda dapat menikmati berbagai jenis makanan hasil tangkapan dari laut seperti ikan gerapu, cumi-cumi, udang, kepiting bakau dan berbagai jenis makanan laut lainnya sambil menikmati keindahan panorama alam di Muara Indah dengan berbagai fasilitas wisata bahari yang ada. 

Selain itu Muara Indah Nias sering mengadakan pagelaran seni dan budaya serta acara seremonial lainnya. 

7. Museum Pusaka Nias


Museum Pusaka Nias

Museum Pusaka Nias adalah salah satu wadah untuk melestarikan nilai-nilai budaya Nias yang berdiri sejak tahun 1972 oleh salah seorang Misionaris Gereja Katolik bernama Pastor Johannes M. Hämmerle, OFMCap sudah memulai mengoleksi benda-benda budaya, seni dan sejarah masyarakat Nias. Lama kelamaan jumlah koleksinya semakin banyak, dan dengan teliti dia mencatat nama dan kegunaannya masing-masing. Dari banyaknya koleksi yang dimiliki tersebut, Pastor Johannes mengusulkan kepada Dewan Ordonya yakni Ordo Kapusin Provinsi Sibolga untuk mendirikan Museum Nias.

Setelah Yayasan Pusaka Nias berdiri, kemudian yayasan melakukan hubungan dengan Direktorat Permuseuman. Melalui Direktur Permuseuman akhirnya Yayasan Pusaka Nias memperoleh petunjuk-petunjuk yang lengkap. Akhirnya melalui SK Bupati Nias KDH Tk. I Nias, keluarlah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Museum Pusaka Nias dengan nomor: 646.1/626/SK/1992 yang terdiri dari 4 (empat) paviliun dan 1 (satu) paviliun khusus tempat koleksi batu-batu megalit.

Dari hasil pelaporan Yayasan Pusaka Nias ke Direktorat Permuseuman dan permohonan pendirian Museum Pusaka Nias kepada Kakanwil Depdikbud Prop. Sumatera Utara, pada tgl. 16 September 1993 dikeluarkan Izin Pendirian Museum Pusaka Nias oleh Kakanwil Depdikbud Prop. Sumatera Utara dengan nomor: 7009/I05/J/93.14.

Dalam musem ini juga ada flora dan fauna yang sangat jarang jarang ditemui alias mulai disadari kepunahannya. Anda akan menemukan berbagai macam binatang dari yang buas, langka dan unik  seperti buaya, beo nias dan masih banyak lagi.

Museum Pusaka Nias memang memelihara beberapa jenis fauna Nias yang ada hubungannya dengan mite-mite atau dongeng dan sering dilukiskan sebagai simbol untuk mengekspresikan suatu idea, umpamanya: ular, buaya, kancil, monyet, biawak, kura-kura, kijang, burung beo, dll. Semua hewan ini dipelihara di kompleks Museum Pusaka Nias.
Disamping itu di museum memiliki program yang bertujuan untuk Pelestarian lingkungan melalui pelatihan pemanfaatan tanaman obat tradisional Nias.

8. Lompat Batu Nias


Lompat Batu Nias

Lompat Batu Nias atau Fahombo atau Hombo Batu adalah sebuah olahraga tradisional Suku Nias yang merupakan ritual pendewasaan Suku Nias. Saat ini Lompat Batu Nias menjadi objek wisata tradisional unik dan aneh, Para pemuda dengan pakaian tradisioanl Suku Nias harus melompati batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 centimeter untuk dikatakan menjadi dewasa.

Pada awalnya batu yang harus dilompati dalam fahombo berbentuk seperti sebuah monumen piramida dengan permukaan atas datar. Tingginya tidak kurang dari 2 meter, dengan lebar 90 cm, dan panjang 60 cm. Pelompat tidak hanya harus melompati tumpukan batu tersebut, tapi ia juga harus memiliki teknik untuk mendarat, karena jika dia mendarat dengan posisi yang salah, dapat menyebabkan cedera otot atau patah tulang. 

Pada masa lampau, di atas papan batu bahkan ditutupi dengan paku dan bambu runcing, yang menunjukkan betapa seriusnya ritual ini di mata Suku Nias. Secara taktis dalam peperangan, tradisi fahombo ini juga berarti melatih prajurit muda untuk tangkas dan gesit dalam melompati dinding pertahanan musuh mereka, dengan obor di satu tangan dan pedang di malam hari.

9. Desa Wisata Orahili


Desa Wisata Orahili

Desa Wisata Orahili merupakan wilayah megalithiukum tertua di Indonesia.Desa yang telah ada sejak 1.000 - 1.500 tahun sebelum masehi ini tepatnya saat Zaman Neolithicuk (Batu Muda). Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peninggalan megalitik di Desa Orahili seperti berbagai jenis dan bentuk patung manusia, batu yang ditata berdiri tegak, batu datar dan masih banyak lagi yang lainnya.

10. Kepulauan Hinako Nias


Kepulauan Hinako Nias

This what we call "Paradise" Pulau Hinako yang terdiri dari 8 buah pulau yang saling berdekatan dengan ciri khas dan keunikan tersendiri sehingga menjadikan magnet yang sangat memukau bagi para wisatawan. 

Di pulau ini Anda dapat melakukan kegiatan snoorkeling dan diving untuk melihat keindahan bawah laut pulau ini. Berbagai jenis terumbu karang, koral, ikan hias warna warni, menjadi suguhan yang menawan di bawah laut Kepulauan Hinako Nias. Selain itu Anda juga dapat melakukan kegiatan memancing dengan ikan berukuran besar yang sangat menantang.   

Nah itulah 10 Pesona Wisata Terindah Pulau Nias yang patut Anda kunjungi dan saksikan. Karena hanya di Pulau Nias Anda dapat menikmati Pesona Wisata Bahari, Kuliner serta Budaya yang sangat menakjubkan.  

  

10 Pesona Wisata Terindah Pulau Nias   A deevaTravel - Nias adalah sebuah pulau seluas 4.624 km persegi yang berada di sebelah barat Pulau...

January 31, 2016

10 PESONA WISATA TERINDAH PULAU NIAS
0
Previous PostOlder Posts Home

Labels

  • Destinasi Populer
  • Jawa Tengah
  • News
  • Peluang Bisnis
  • Wisata
  • Wisata Alam
  • Wisata Belanja Dan Kuliner
  • Wisata Budaya
  • Wisata Dunia
  • Wisata Pantai
  • Wisata Pegunungan
  • Wisata Sejarah

Popular Posts

  • Daftar Wisata Pantai Di Provinsi Banda Aceh
    Bertamasya tidak ada habisnya terus melakukan explore hingga ke pelosok-pelosok daerah hingga menemukan bahwa indonesia itu indah guys dan t...
  • Daftar Wisata Di Riau dan Kepulauan Riau
    Riau sangat sedikit tempat wisata yang terekspos di provinsi ini namun  tenpat wisata yang ada di provinsi ini sangat menarik  dan tidak kal...
  • INILAH 10 KAPAL PESIAR TERBESAR DI DUNIA
    Inilah 10 Kapal Pesiar Terbesar Di Dunia   A deevaTravel - Kapal Pesiar adalah salah satu bentuk kemewahan dari dunia. Mereka adalah Hotel ...

Advertisement

Advertisment

Advertisement

Follow Us

Report Abuse

About Me

Unknown
View my complete profile

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Arsip Blog

  • August 2017 (1)
  • April 2016 (7)
  • March 2016 (15)
  • February 2016 (32)
  • January 2016 (21)
  • December 2015 (10)
  • November 2015 (9)
  • October 2015 (21)
  • September 2015 (4)
  • August 2015 (15)

Recent

Comment

Label

  • Destinasi Populer
  • Jawa Tengah
  • News
  • Peluang Bisnis
  • Wisata
  • Wisata Alam
  • Wisata Belanja Dan Kuliner
  • Wisata Budaya
  • Wisata Dunia
  • Wisata Pantai
  • Wisata Pegunungan
  • Wisata Sejarah
  • Home

Distributed By Blogger Templates | Designed By Templatezy